Make your own free website on Tripod.com


‌Why Men Don't Listen & Women Can't Stop Talking

‌Perempuan berbeda dari laki-laki. Itu jelas. Kalo laki-laki mo ke toilet, biasanya dia
‌pergi memang ada maksud dan tujuannya yang jelas, yaitu buang air
(besar
‌atau kecilnya nggak usah dibahas lah yau!) Tapi perempuan ke toilet
selain
‌tujuan utama, bisa aja ada tujuan lain, karena mo ngobrol atau
pengen
‌curhat sama temen perempuan lainnya . Jadi
jangan
‌heran kalo perempuan sering ngajak-ngajak perempuan lain kalo mo ke toilet.
Coba
kalo
‌Bang Darman tiba-tiba bilang gini ke Heri, "Her, gue mo ke toilet,
ikut
yuk?"
‌Apa nggak bakal bengong tampang para mudikans...

‌Sebagian besar laki-laki suka mendominasi remote control TV dan gonta-
ganti
‌channel pas lagi iklan; padahal perempuan nggak apa-apa tuh kalo nonton
‌iklan.
‌Kalo stress, perempuan nyari coklat dan pergi shopping; kalo laki-laki
‌stress,yang ngerokok pasti langsung ngepul asapnya, kalo nggak bisa
jadi
marah-marah
‌atau malah diem aja.

‌''Laki-laki itu kurang sensitif, nggak ngasih perhatian, nggak dengerin
kalo
‌kita lagi ngomong, nggak hangat, suka diem aja, nggak keliatan
‌sayangnya, nggak berani punya komitmen!"

‌''Perempuan itu jarang yang bisa nyetir, kalo baca peta suka salah, suka
‌bingung sendiri lagi ada di mana, kalo ngomong nggak bisa berhenti,
udah
gitu
‌nggak ketauan maksudnya mo ngomongin apa, emangnya gue bisa baca
pikirannya"

‌Sounds familiar nggak sih? Banyak hubungan laki-laki-perempuan yang jadi
ruwet
‌karena laki-laki nggak ngerti kenapa perempuan itu jalan pikirannya nggak
bisa
‌seperti laki-laki, dan perempuan berharap laki-laki-laki-laki itu bisa ngerti jalan
‌pikiran perempuan. Nah, berangkat dari ke-frustasi-an hubungan laki-laki
perempuan di
jaman
‌modern ini, gue - eh salah - maksudnya sepasang suami istri Allan &
‌Barbara Pease mengumpulkan hasil riset dari segala penjuru dunia dan
dirangkum
‌dalam buku mereka yang berjudul, "Why Men Don't Listen & Women Can't
‌Read Map".

‌Tapi, atas usul temen gue - kebetulan laki-laki - judul artikel ini
diganti
‌menjadi "Why Men Don't Listen & Women Can't Stop Talking".

‌Inti dari buku tersebut adalah bahwa laki-laki dan perempuan itu sebenernya
‌telah berevolusi secara fisik tapi masih membawa kebiasaan dari
laki-laki-perempuan
‌jaman purba. Pas jaman purba
kan laki-laki berburu, perempuan tinggal di
gua.
Laki-laki
‌melindungi, perempuan mengurus anak. Sebagai akibatnya, tubuh dan
otaknya
‌pun berkembangmengikuti kebiasaan jaman purba ini. Selama jutaan
tahun,
‌struktur otak laki-laki dan perempuan terus berubah dengan caranya
‌masing-masing.
‌Sampailah kita pada jaman modern ini, di mana ternyata laki-laki dan
perempuan
‌itu berbeda dalam memproses informasi yang masuk ke otaknya. Jalan
pikirannya memang
‌berbeda. Pengertiannya akan suatu hal pun berbeda. Persepsi,
prioritas
‌dan tingkah lakunya juga beda.

‌Kasus mentega di kulkas
‌Setiap perempuan di dunia pasti pernah mengalami ini. Kisahnya berawal
dari
‌laki-laki yang berdiri di depan kulkas yang terbuka...

‌Laki-laki : "Menteganya mana ya?"

‌Perempuan : "Di dalem kulkas"

‌Laki-laki : "Nggak ada tuh" - sambil celingak-celinguk ke
dalem
kulkas...

‌Perempuan : "Kok bisa nggak ada? Dari dulu juga ditaruh di
‌kulkas"

‌Laki-laki : "Mana? Nggak ada. Gue udah cari. Nggak ada apa-
apa tuh
di kulkas"

‌Terus si Perempuan akhirnya harus ikutan ke dapur, ikutan ngelongok ke
‌kulkas dan ... secara ajaib bin sulap, tangannya udah megang
mentega. Apa
‌komentarselanjutnya dari si Laki-laki? "Ditaruhnya di situ sih...
terang aja
tadi
‌nggak keliatan!"

‌Kejadian semacam ini juga terulang kembali, ketika si Laki-laki mencari
‌selai Strawberry dan tidak ketemu. Dia hanya menemukan selai Nanas,
padahal‌
‌selai Strawberry itu ada di belakang selai Nanas ... haiya, laki-laki.

‌Laki-laki kadang ngerasa perempuan suka ngerjain mereka dengan cara
ngumpetin
‌barang-barang di laci atau lemari. Baik itu mentega, selai, gunting,
‌handphone, kunci mobil, kunci rumah, dompet - semuanya sih
sebenernya
‌ada di situ. Tapi entah kenapa mata laki-laki kayaknya nggak bisa
ngeliat.

‌Alasan sebenernya nih adalah karena perempuan punya jangkauan sudut
‌pandangan yang lebih besar daripada laki-laki. Bila diukur dari hidung,
bisa
mencapai
‌45
ke arah kiri-kanan-atas-bawah, bahkan ada yang mencapai 180.
Jadi
perempuan
‌bisa liat isi kulkas atau lemari tanpa menggerakkan kepalanya.
Sementara
‌laki-laki kalo ngeliat sesuatu lebih terfokus dan otaknya memproses
seolah
‌mereka ngeliat dalam terowongan yang panjang. Alhasil, mereka bisa
‌ngeliat jelas dan akurat apa yang ada tepat di depan mata dan
jaraknya
lebih
‌jauh, hampir mirip seperti ngeliat lewat teropong.

‌Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa otak laki-laki mencari kata
‌M-E-N-T-E-G-A atau S-T-R-A-W-B-E-R-R-Y di kulkas. Kalo kotak mentega
‌atau botol selainya salah arah, udah nggak keliatan deh. Makanya
selama
‌mencari kepalanya celingukan terus karena berusaha menemukan benda
yang
'hilang'
‌tersebut.

‌Sebenernya ada implikasi lain dari perbedaan besar sudut pandang
ini.
‌Dengan sudut pandang yang jauh lebih besar dari laki-laki, mata perempuan
bisa
‌ngelaba tanpa perlu takut ketahuan. Sementara kalo laki-laki, udah
pasti kena
tuduh
‌atau ketangkep basah kalo matanya lagi jelalatan. Penelitian
‌mengungkapkan bahwa mata perempuan ngeliat bodi-bodi laki-laki sama
seringnya,
bahkan lebih sering,
‌daripada laki-laki ngeliatin bodi-bodi perempuan. Tapi, dengan daya pandang
yang
‌jauh lebih superior, perempuan jarang ketahuan...

‌Kenapa Perempuan Bisa Ngomong Terus

‌Dalam struktur otak perempuan, kemampuan untuk berbicara terutama ada di
‌bagian depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan.
Sementara
buat
‌laki-laki, kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemampuan otak yang
‌kritis.
‌Adanya pun cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik. Jadi
‌jangan heran kalau perempuan seneng ngomong dan banyak pula yang
diomongin,
karena
‌kedua belah otaknya mampu bekerja sekaligus.

‌Otak laki-laki itu terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang
‌masuk.
‌Di malam hari, setelah seharian penuh aktivitas, laki-laki bisa
menyimpan
‌semuanya di otaknya. Sementara otak perempuan tidak bekerja seperti
itu -
‌informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar
dalam
‌otaknya. Dan ini nggak akan berhenti sampe dia bisa mencurahkan isi
‌otaknya alias curhat. Oleh sebab itu, kalo perempuan bicara, tujuannya
adalah
untuk
‌mengeluarkan uneg-unegnya, bukan untuk mencari kesimpulan atau
solusi.

‌Perempuan juga berusaha membangun hubungan lewat pembicaraan. Rata-rata
‌perempuan bisa bicara 20 ribu kata dalam sehari. Sementara laki-laki hanya
sekitar
7
‌ribu kata sehari. Perbedaan ini kelihatan jelas ketika jam makan
malam
tiba.
‌Laki-laki sudah menghabiskan 7 ribu katanya dan nggak mood untuk bicara
‌lebih lanjut. Persediaan si perempuan tergantung dari apa yang sudah ia
lakukan
‌sepanjang hari. Kalau dia sudah banyak berbicara dengan orang lain
hari
‌itu, dia pun akan sedikit berbicara. Kalau dia tinggal di rumah
saja,
‌mungkin ia sudah menggunakan 3 ribuan kata. Masih ada 17 ribu lagi!

‌Laki-laki cuman bisa melakukan satu hal pada suatu waktu!

‌Semua penelitian yang ada menemukan bahwa otak laki-laki lebih
‌terspesialiasi,terbagi-bagi. Otak laki-laki berkembang sedemikian
sehingga
mereka hanya
‌dapat berkonsentrasi pada satu hal yang spesifik pada suatu saat,
sehingga
‌sering mereka bilang mereka bisa ngerjain semuanya tapi 'satu-satu
donk'.

‌Kalo laki-laki minggirin mobil untuk baca peta, biasanya dia juga akan
‌ngecilin suara radio atau tape. Banyak perempuan yang bingung kenapa.
Kan bisa
aja‌
‌baca peta sambil denger radio dan bicara. Kenapa laki-laki bersikeras
ngecilin
‌suara TV kalo ada telepon? Atau kadang perempuan suka bingung "Kalo dia
lagi
baca
‌koran atau nonton TV, kok dia nggak bisa denger tadi gue bilang
apa?"

‌Jawabannya adalah karena sedikit sekali jaringan yang menghubungkan
otak
‌kiri dan kanan laki-laki, sehingga kalo laki-laki yang lagi baca koran atau
‌nonton TV di-scan otaknya, kita bakal tau bahwa dia seketika itu
juga jadi
‌tuli.
‌Sementara otak perempuan punya konstruksi yang memungkinkan perempuan
melakukan
‌banyak hal sekaligus. Perempuan bisa melakukan banyak hal yang sama
sekali
‌nggak berhubungan pada waktu bersamaan, dan otaknya nggak pernah
putus,
‌selalu aktif! Perempuan bisa bicara di telpon, pada saat yang sama
masak di
dapur
‌dan nonton TV. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan
bicara
lewat
‌hands-free. Bayangin aza si Epe yang lagi telp pake HP-nya terus
sambil
‌melakukan sesuatu yang laen (misalnya makan atau masak). Kalo dia
cuma
‌bisa melakukan 1 hal pada suatu waktu, wah gawat, bisa kebakaran
jenggot
‌kali,nanti kerjanya cuma telpon terus dong, he he.

‌Lain halnya dengan laki-laki, pernah terjadi juga kejadian begini. Si
Laki-laki
‌emang udah lapar banget dan dia makan dengan lahapnya di meja makan.
‌Nah,kebetulan di atas meja ituada beberapa
surat yang hari itu
dikirim
untuk
‌setiap penghuni flat. Sambil si Laki-laki makan, tangannya membuka satu
‌amplop
surat, maksudnya ingin makan sambil baca surat miliknya ...
tapi
apa
‌yang terjadi, laki-laki itu salah buka
surat, dia buka surat orang
lain, he he
‌he, bener-bener dah terbukti kalo "Man can't do more than one task
at the
‌same time".

‌Tapi karena perempuan bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan, banyak
‌perempuan yang bingung ngebedain kanan dari kiri. Sekitar 50% perempuan
nggak bisa
‌secara langsung nunjuk mana kanan dan mana kiri kalau ditanya. Tapi
laki-laki
bisa
‌secara langsung mengidentifikasi kanan dari kiri. Sebagai akibatnya,
‌perempuan sering dimarahin laki-laki karena nyuruh mereka belokin mobilnya
ke
kanan -
‌padahal maksud mereka sebenernya adalah belok kiri.

‌Strategi 'Sepatu Biru atau Emas'

‌Alkisah Bambang dan Fenny sedang siap-siap untuk pergi ke pesta.
Fenny
‌baru aja beli baju baru dan pengen banget keliatan cantik. Dia
pegang 2
‌pasang sepatu, sepasang warna biru, sepasang warna emas. Lalu dia
bertanya
ke
‌Bambang, dengan pertanyaan yang paling ditakutin laki-laki, "Bang, yang
mana
‌yang musti Fenny pake dengan baju ini ya?"

‌Keringet dingin Bambang mulai keluar. Dia sadar sebentar lagi bisa
‌muncul masalah. "Ahh... umm... yang mana aja yang kamu suka
Sayang," gitu
jawab
‌Bambang. "Ayo donk Bang," kata Fenny lagi, nggak sabaran, "Yang mana
‌yang keliatan lebih bagus ... yang biru atau yang emas?" "Kayaknya
yang
emas
‌deh!" jawab Bambang, dengan gugup. "Emangnya yang biru kenapa?"
tuntut
‌Fenny. "Kamu emang dari dulu nggak pernah suka sama yang biru! Aku
beli
‌mahal-mahal dan kamu nggak suka,
kan?"

‌Bambang dalem hatinya mungkin udah dongkol, "Kalo nggak mau denger
‌pendapatku, kok tadi nanya!" Bambang pikir tadi dia disuruh
‌menyelesaikan suatu masalah, tapi ketika masalahnya sudah ia
selesaikan,
Fenny malah
‌kesel. Fenny, tapinya, sedang menggunakan bahasa yang tipikal perempuan
‌alias cuman perempuan yang ngerti: bahasa tidak langsung atau kerennya
indirect
‌speech. Fenny sebenernya udah mutusin mo pake sepatu yang mana dan
tidak
‌sedang minta pendapat; yang dia inginkan adalah konfirmasi dari
Bambang
‌bahwa ia terlihat cantik.

‌Memang perempuan kalo ngomong biasanya menggunakan indirect speech alias
‌memberikan isyarat tentang apa yang sebenarnya dia inginkan.
Tujuannya
‌adalah untuk menghindari konflik atau konfrontasi sehingga bisa
terjalin
‌hubungan yang harmonis satu sama lain. Indirect speech biasanya
‌menggunakan kata-kata seperti 'kayaknya', 'sepertinya' dan
sebagainya.‌

‌Ketika perempuan bicara menggunakan indirect speech ke perempuan lain, tidak
‌pernah ada masalah - perempuan lain cukup sensitif untuk mengerti maksud
‌sebenarnya.
‌Tapi, bila dipakai untuk bicara dengan laki-laki, bisa berakibat fatal.
‌Laki-laki menggunakan bahasa langsung atau direct speech dan mereka
mengambil
‌makna sebenarnya dari apa yang orang lain katakan. Tapi sebetulnya
dengan
‌sedikit kesabaran dan banyak latihan, laki-laki dan perempuan bisa kok
belajar
untuk
‌mengerti satu sama lain.

‌Jadi kembali ke persoalan sepatu biru atau emas, bagaimana solusinya
‌untuk kaum laki-laki? Sangatlah penting bagi kaum laki-laki untuk tidak
memberikan
‌jawaban secara langsung. Bila kita re-wind situasi tadi, Bambang
‌harusnya bertanya,
‌"Kamu udah milih yang mana, Sayang?" Dan jawaban berikutnya
biasanya,
‌"Ehm... Aku pikir aku bisa pake yang emas ..." karena memang pada
‌kenyataannya Fenny udah milih yang emas.
‌"Kenapa yang emas?" tanya Bambang, sambil tersenyum cerdik.
‌"Soalnya aku bakal pake asesoris warna emas dan
‌bajuku ada pola keemasannya, " demikian jawab Fenny.
‌Bambang kemudian dengan yakin akan bisa menjawab,
‌"Wow! Pilihan kamu bagus tuh Fen! Kamu bakal keliatan paling cantik
nanti!"
‌Dijamin malam itu Bambang akan sangat bahagia.

‌Masih inget
kan betapa frustasinya manusia terhadap pasangan lain
jenisnya??
‌Nah tapi sebetulnya dalam hati kita tuh masih butuh pasangan loh.
‌Apalagi Tuhan sendiri kan yang pernah bilang, "Tidak baik kalau
manusia
‌sendirian saja." Jadi dalam perjalanan hidupnya manusia terus
mencari
siapa
‌pasangan yang paling cocok untuk dirinya, supaya bisa terus bersama-
sama
dalam
‌jangka waktu yang panjang alias seumur hidup...



‌Sebetulnya apa sih yang kita inginkan?
‌Dalam suatu survey yang melibatkan lebih dari 15 ribu perempuan dan
laki-laki
‌umur 17 - 60 tahun, terungkap apa yang perempuan inginkan dari partner
‌long-termnya dan apa yang laki-laki pikir perempuan inginkan.

‌A. Yang perempuan inginkan:

‌1. Kepribadian

‌2. Humor

‌3. Sensitivitas

‌4. Kepandaian

‌5. Bodi yang bagus



‌B. Yang laki-laki pikir perempuan inginkan:

‌1. Kepribadian

‌2. Bodi yang bagus

‌3. Humor

‌4. Sensitivitas

‌5. Wajah yang tampan

‌Studi ini menunjukkan bahwa laki-laki sebenernya cukup mengerti apa yang
‌perempuan-perempuan inginkan.

‌Sekarang kita lihat apa yang laki-laki inginkan dan apa yang perempuan pikir
‌laki-laki
‌inginkan.



‌C. Yang laki-laki inginkan:

‌1. Kepribadian

‌2. Wajah yang cantik

‌3. Kepandaian

‌4. Humor

‌5. Bodi yang bagus



‌D. Yang perempuan pikir laki-laki inginkan:
‌1. Wajah yang cantik

‌2. Bodi yang bagus

‌3. Dada yang besar

‌4. Pantat yang ok

‌5. Kepribadian

‌Ternyata perempuan kurang tahu kriteria yang laki-laki-laki-laki inginkan
sebagai
‌partner hidupnya. Perempuan membuat asumsi berdasarkan tingkah laku yang
‌mereka lihat atau dengar tentang laki-laki, yaitu laki-laki yang matanya
terbelalak dan
‌mulutnya terbuka kalau melihat bodi perempuan.

‌Daftar A adalah kriteria jangka pendek dan panjang dari apa yang
perempuan
‌inginkan dari pasangannya. Sementara untuk laki-laki, daftar D adalah
apa
‌yang dia cari pertama kali ketika bertemu dengan perempuan, tapi daftar
C
adalah
‌apa yang dia cari untuk hubungan jangka-panjang.


‌Jadi gimana donk???
‌Jadi bisa disimpulkan kalo laki-laki-perempuan itu memang makhluk paling
unik
‌yang Tuhan ciptakan, dan butuh pengertian dari kedua pihak supaya
komunikasi
‌dan hubungan cintanya bisa langgeng. Ada beberapa tips khusus nih:

‌Buat Laki-laki:

‌1. Buatlah lingkungan yang nyaman kalo lagi pengen mesra-
mesraan

‌Perempuan sensitif terhadap lingkungannya dan hormon estrogennya
membuatnya
‌sensitif terhadap cahaya. Ruangan yang agak redup membuat pupil mata
‌mengecil, jadi orang bisa terlihat lebih menarik dan kulit-kulit
yang‌
‌kurang
‌mulus atau berjerawat tidak jelas terlihat. Pendengaran perempuan yang
tajam
‌berarti perlu musik yang tepat. Tempatnya pun harus bersih, yang
tidak
‌mudah
‌diinterupsi orang lain.

‌2. Ajak makan

‌Sejak jaman purbakala laki-laki sudah bertindak sebagai pencari makan,
maka
‌sewajarnyalah membawa perempuan pergi makan bisa membangkitkan perasaan
‌perempuan.
‌Mengajak perempuan makan malam adalah peristiwa penting untuk perempuan,
‌walaupun dia sebenarnya nggak laper atau belaga nggak laper (kan
lagi
diet!),
‌karena penyediaan makanan menunjukkan perhatian laki-laki terhadap
kesejahteraan
‌dan kelangsungan hidupnya.

‌3. Bawalah bunga

‌Kebanyakan laki-laki tidak mengerti kekuatan dari seikat bunga segar.
Mereka
‌pikir, "Ngapain ngeluarin uang untuk sesuatu yang bakal mati dan
dibuang
‌dalam beberapa hari?" Lebih logis buat laki-laki untuk memberikan pohon
‌dalam pot karena, dengan perhatian dan perawatan, pohon akan hidup -
bahkan
‌bisa dapet untung lagi! Seperti jualan mangga, duren, dsb. Tapi,
perempuan
tidak
‌melihatnya seperti ini - dia pengen seikat bunga segar sebagai tanda
‌bahwa si laki-laki punya perhatian untuknya. Setelah beberapa hari,
memang
‌bunganya akan mati dan dibuang, tapi ini memberikan kesempatan
untuk si
laki-laki
‌membeli seikat lagi dan memberikan perhatian lagi ke perempuannya.

‌4. Bahasa tidak langsung

‌Indirect speech adalah bagian dari perempuan dan untuk membangun
hubungan
‌dengan perempuan, laki-laki perlu mendengarkan dengan efektif, sambil
mengeluarkan
‌'bunyi mendengarkan' seperti "O...," "Ehm", dan bahasa tubuh yang
tepat.
Tidak
‌usah memberikan pendapat atau solusi atau kelihatan bingung. Kalau
perempuan
‌pengen curhat karena punya masalah, teknik yang harus dipakai laki-laki
‌adalah dengan bertanya, "Kamu mau aku mendengar sebagai laki-laki atau
perempuan?"
‌kalau dia bilang sebagai perempuan, dengarkan aja dan beri dukungan
moral.
Kalau
‌dia bilang sebagai laki-laki, bolehlah tawarkan beberapa solusi.


‌Buat perempuan:

‌1. Jangan interupsi kalau laki-laki lagi ngomong

‌Kalau ingin berkomunikasi dengan laki-laki, strategi jitunya adalah
jangan
‌menginterupsi kalau dia sedang berbicara. Sebenarnya ini sulit
sekali
‌untuk perempuan, karena buat perempuan ngomong rame-rame itu membangun
hubungan
dengan
‌sesama dan menunjukkan partisipasi. Perempuan juga terdorong untuk
‌mengalihkan pembicaraan supaya si laki-laki kagum dengan pengetahuannya
yang
luas atau
‌untuk membuat laki-laki merasa penting. Padahal kalimat-kalimat yang
dikatakan
‌laki-laki biasanya berorientasi pada suatu solusi dan dia perlu
menyelesaikan
‌kalimatnya, kalau tidak pembicaraan tersebut akan kehilangan
maknanya.

‌2. Bahasa langsung

‌Supaya mendapat perhatian dari laki-laki, beritahukan apa yang ingin
‌dibicarakan dan kapan, dengan kata lain buatlah agenda.
Contohnya: "Aku
ingin bicara
‌sama kamu soal menangani masalah dengan bosku di kantor. Apakah kita
‌bisa bicara setelah makan jam 7 malam nanti?" Ini lebih menarik
untuk
laki-laki,
‌membuatnya merasa dihargai! Diam saja atau menggunakan bahasa tidak
‌langsung hanya akan membuat laki-laki merasa disalahkan dan mereka
menjadi
defensif.

‌3. Bagaimana memotivasi laki-laki

‌Perempuan biasanya menggunakan kata "bisa": "Kamu bisa telpon aku nanti
‌malam?" "Kamu bisa jemput aku?" Ini akan diterjemahkan laki-laki sebagai
tantangan
‌apakah dia bisa melakukannya atau tidak, tapi sama sekali tidak ada
‌komitmen untuk melakukannya. Mereka kadang merasa dimanipulasi dan
terpaksa
‌memberikan jawaban "ya". Untuk memotivasi laki-laki, gunakan pertanyaan
‌langsung untuk mendapatkan komitmennya. Contohnya, "Nanti malam kamu
telpon aku
‌kan?" menuntut komitmen untuk malam ini dan laki-laki harus
menjawab "ya" atau
‌"tidak".

‌4. Laki-laki tidak suka diberi nasihat

‌Laki-laki perlu merasa bahwa ia mampu memecahkan masalahnya sendiri.‌
‌Mendiskusikan masalah dengan orang lain akan membebani orang
tersebut.
‌Dia bahkan tidak akan menceritakan masalahnya dengan temannya,
kecuali
jika
‌dia pikir temannya punya solusi yang lebih baik. Ketika perempuan
berusaha
‌membuat laki-laki menceritakan masalahnya, laki-laki menolak karena ia
melihatnya
‌sebagai sikap mengkritik, atau ia merasa bahwa perempuan itu
menganggapnya
tidak
‌kompeten dan ia punya solusi yang lebih baik dari si laki-laki. Padahal
‌kenyataannya, maksud si perempuan adalah untuk membuatnya merasa lebih
baik
‌dan sama sekali bukan tanda-tanda kelemahan. Jadi jangan beri
nasihat ke
‌laki-laki kecuali diminta. Katakan saja bahwa kamu yakin dia mampu
menyelesaikan
‌masalahnya.

‌Catatan kecil:
‌Walaupun penulis artikel ini perempuan, artikel ini ditulis dengan
bahasa
‌langsung, tidak ada maksud-maksud terselubung di baliknya. Nama-nama
‌yang disebut di atas adalah fiktif, kesamaan nama dan tempat
hanyalah
‌kebetulan belaka. Isinya jangan 100% dianggap benar, terutama
tipsnya,
karena ini
‌semua tergantung pada species laki-laki - perempuan yang lagi didekati. Dan
‌setiap penggunaan kata laki-laki atau perempuan maksudnya adalah laki-laki dan
perempuan
pada
‌umumnya. Kalau ngerasa nggak seperti yang dideskripsikan, patut
‌bersyukur donk, berarti anda memang unik dibanding yang lain.