Make your own free website on Tripod.com

Prinsip keseimbangan Produksi / Kemampuan Produksi (P/KP)

P = Produksi, sesuatu yg dihasilkan.
KP = Kapasitas Produksi, sesuatu yg diperlukan untuk menghasilkan

===================================================================

Prinsip ini dapat mudah dimengerti dengan fabel tentang seorang
petani miskin yang pada suatu hari menemukan sebutir telur emas yang
berkilau di dalam sarang angsa peliharaannya. Pada mulanya, ia
berpikir ini pasti semacam tipuan. Akan tetapi, ketika ia akan
membuangnya, ia berpikir kembali dan membawanya untuk memeriksanya.
Telur itu ternyata emas murni ! Si petani tidak dapat percaya akan
keberuntungannya. Ia semakin tidak percaya ketika pada hari
berikutnya pengalaman tersebut berulang. Hari demi hari, ia bangun
dan bergegas menuju sarang dan menemukan satu lagi telur emas. Ia
menjadi sangat kaya.

Namun sejalan dengan bertambahnya kekayaan timbul pula ketamakan dan
ketidaksabaran.
Tidak sabar menunggu hari demi hari untuk mendapatkan
telur emas tersebut, si petani memutuskan untuk membunuh angsanya dan
mendapatkan semua telur emas itu sekaligus.
Akan tetapi, ketika ia
membuka perut angsa, ternyata kosong. Tidak ada telur emas
Edan
sekarang tidak ada cara untuk mendapatkan telur emas lagi. Si petani
telah menghancurkan angsa yang menghasilkan telur-telur tersebut.


Kebanyakan orang melihat keefektifan dari paradigma telur emas :
semakin banyak Anda menghasilkan, semakin banyak Anda bekerja,
semakin efektif Anda jadinya.

Akan tetapi sebenarnya keefektifan itu adalah fungsi dari dua hal :
apa yang dihasilkan atau diproduksi (telur emas) dan aset yang
menghasilkan atau kapasitas produksi (angsa).

Keefektifan terletak dalam keseimbangan produksi dan kapasitas
produksi.


Karena itu apapun peran kita, maka kita senantiasa perlu menjaga
keseimbangan tersebut.
Jangan kita kerja terus tapi lupa berekreasi,
olahraga, dan hal hal lain yang bisa menjaga dan merawat diri kita
sebagai aset yang bisa memproduksi sesuatu.

(Asal gak malah hanyut terlalu banyak mengalokasikan
waktu dan perhatian untuk KP ..., misalnya mengutamakan
hal hal yg bersifat hiburan melulu ... )