Make your own free website on Tripod.com

 

GENERASI TERBURUK

 

Salah satu dambaan kita dalam hidup ini adalah lahir dan terwujudnya

generasi yang terbaik. Indikasi terwujudnya generasi yang terbaik memang

sudah ada, misalnya dengan banyaknya kaum muslimin yang memiliki komitmen

yang begitu kuat terhadap Islam sebagai agama yang harus diamalkan dalam

kehidupan nyata dalam berbagai aspeknya. Namun bila dibandingkan dengan

generasi yang sebaliknya, rasanya terwujudnya generasi yang terbaik masih

amat jauh, hal ini karena begitu banyak generasi manusia yang memiliki

profil generasi yang terburuk. Dalam satu hadits, Rasulullah Saw

menyebutkan tentang ciri-ciri generasi terburuk yang harus kita

jauhi, hadits tersebut berbunyi:

 

"Akan datang suatu masa atas manusia: cita-cita mereka hanya untuk

kepentingan perut, kemuliaan mereka dilihat dari perhiasan mereka, kiblat

mereka adalah wanita-wanita mereka dan agama mereka adalah uang dan

harta benda. Mereka itulah sejahat-jahat makhluk dan tidak ada bagian

untuk mereka di sisi Allah" (HR. Dailami).

 

Dari hadits di atas, terdapat empat ciri dari generasi terburuk. Karena

harus kita jauhi, maka memahami maksud hadits tersebut menjadi

sesuatu yang amat penting.

 

1. Mementingkan Perut.

 

Salah satu keinginan manusia dalam hidupnya adalah memiliki perut yang

kenyang dengan berbagai jenis makanan, kenyang pada dasarnya bukanlah

sesuatu yang dilarang, tapi kalau segala sesuatu dilakukan untuk

kepentingan perut merupakan sesuatu yang sangat berbahaya, itulah yang

kini banyak terjadi pada masyarakat kita. Mementingkan perut berarti

seseorang ingin mendapatkan dan memiliki kekayaan meskipun dengan

menghalalkan segala cara, bahkan meskipun seseorang sudah mendapatkan

rizki secara halal, hal itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan diri dan

keluarganya saja sehingga tidak peduli dengan kekurangan yang dialami

oleh orang lain.

 

Akibat lain yang sangat berbahaya dari mementingkan perut adalah

seseorang menjadi takut lapar, takut tidak mendapatkan rizki yang

membuatnya takut menanggung resiko dalam menjalani kehidupan

secara benar. Karena itu, orang yang mementingkan perut menjadi

manusia yang mau melakukan sesuatu bila menguntungkan secara

materi sehingga motivasi dari apa yang dilakukannya adalah hal-hal yang

dapat menyenangkan kehidupan duniawinya dan tidak mau melakukan

sesuatu yang baik sekalipun, manakala hal itu mengakibatkan kesulitan

dalam hidupnya, apalagi kalau sampai mengakibatkan perutnya menjadi

lapar.

 

Oleh karena itu, ibadah Ramadhan mendidik kita menjadi manusia yang

mampu menghadapi kehidupan lapar atau sulit meskipun sebenarnya

pendidikan ini hanya berlangsung hanya dalam beberapa jam saja dalam

satu hari. Itu sebabnya, kesabaran merupakan faktor penting dalam

menghadapi cobaan lapar, Allah berfirman yang artinya: "Dan sungguh akan

Kami berikan cobaan kepada kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan,

kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira

kepada orang-orang yang sabar" (QS 2:155).

 

2. Memuliakan Perhiasan.

 

Dalam hidup ini, manusia menghiasi dirinya dengan berbagai perhiasan hidup

seperti rumah yang besar dan bagus, kendaraan yang mewah, pakaian yang

mahal, perhiasan emas yang berat dan seterusnya. Semua itu dijadikan

sebagai ukuran bagi kemuliaan seseorang, padahal kita tahu bahwa hal-hal itu

hanya aksesoris dalam kehidupan manusia, karena itu sangat naif bila semua

itu

dijadikan sebagai sombol kemuliaan, karenanya generasi terburuk menjadikan

perhiasan hidup sebagai ukuran kemuliaan seseorang, sementara generasi yang

mulia menjadikan ketaqwaan yang mantap sebagai tolok ukur kemuliaan

seseorang, karena Allah Swt akan memuliakan seseorang berdasarkan

ketaqwaannya, Allah berfirman yang artinya: Sesungguhnya orang yang paling

mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa

diantara kamu (QS 49:13).

 

 Manakala kemuliaan seseorang diukur berdasarkan perhiasan yang

digunakannya, itu menunjukkan bahwa kita adalah hamba-hamba harta dan

perhiasan yang sangat tercela, Rasulullah Saw bersabda:

 

"Binasalah hamba dinar, binasalah hamba dirham, binasalah hamba

sutra/perhiasan" (HR. Bukhari).

 

3. Mengagungkan Wanita.

 

Salah satu dari ciri generasi terburuk adalah mengagungkan wanita. Yang

dimaksud dengan mengagungkan wanita adalah menuruti syahwat atau nafsu

seksualnya terhadap wanita yang tidak halal baginya atau memenuhi ajakan

wanita untuk melakukan perzinahan, ini merupakan sesuatu yang sangat hina,

karenanya harus dijauhi, Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu

mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan

suatu jalan yang buruk (QS 17:32).

 

Karena itu, apabila seorang muslim mampu menolak ajakan wanita untuk

berzina dengan perasaan takut kepada Allah, maka dia termasuk orang yang

akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada

perlingungan kecuali hanya dari Allah Swt, hal ini disabdakan oleh

Rasulullah Saw:

 

Tujuh golongan orang yang akan dinaungi oleh Allah yang pada hari itu

tidak ada naungan selain naungan-Nya: ... seorang laki-laki yang diajak

(berzina) oleh seorang wanita yang punya kedudukan dan kecantikan, lalu ia

berkata: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah" (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Disamping itu, mengagungkan wanita juga bisa kita pahami sebagai memenuhi

keinginan-keinginan yang tidak baik dari wanita, termasuk seorang suami

yang takut kepada isterinya sehingga harus memenuhi keinginan isterinya yang

tidak benar sehingga ketakutan kepada isteri membuat suami tidak berani

meluruskan atau memperbaiki kesalahan isterinya, padahal isteri merupakan

tanggung jawab suami untuk diselamatkan dari api neraka, Allah berfirman

yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu

dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (QS 66:6).

 

4. Gila Harta.

Dalam Islam, uang dan harta merupakan sesuatu yang boleh dicari dan

dimiliki, namun semua itu harus dalam kendali bukan malah manusia

dikendalikan oleh harta, bila itu yang terjadi, maka harta telah dijadikan

sebagai agama sehingga tujuan hidupnya adalah memperbanyak harta, termasuk

dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya sehingga dengan

demikian manusia dilalaikan oleh hartanya, ini merupakan sesuatu yang amat

buruk, Allah Swt sendiri telah mengingatkan soal itu di dalam firman-Nya:

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam

kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu)

itu " (QS 102:1-4).

 

Oleh karena itu, Allah Swt berfirman untuk mengingatkan orang-orang yang

beriman agar tidak lupa kepada Allah hanya karena persoalan harta, Allah

berfirman yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah

harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.

Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang

rugi" (QS 63:9).

 

Dari gambaran di atas, amat terasa bahwa ciri-ciri generasi yang terburuk

sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Saw ternyata dimiliki oleh

generasi kita pada masa sekarang, itu sebabnya, diantara generasi kita yang

hidup pada masa sekarang termasuk ke dalam kelompok generasi yang terburuk.

Karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk memperbaiki generasi kita

agar kehidupan masa depan dapat kita songsong dengan keyakinan dan

optimisme

sebagaimana mestinya.

 

Drs. H. Ahmad Yani

 

                      eGroups Sponsor

[click here]