Make your own free website on Tripod.com

Kendalikanlah Kemarahan Anda (bag. 2)

Secara terus-menerus konflik akan terjadi dalam hidup Anda, maka
memiliki strategi untuk memecahkan masalah adalah penting. Untungnya,
banyak buku dapat mengajarkan kepada Anda bagaimana mengembangkan
komunikasi dan kecakapan memecahkan masalah.


Saya sertakan daftar tuntunan secara umum berikut ini kapan pun Anda
mencoba untuk menyelesaikan konflik
Edan untuk menghindari ledakan
kemarahan
Edalam rumah Anda :

Pusatkan perhatian pada satu konflik atau masalah pada suatu saat.
Pilihlah waktu yang tepat Ejangan mencoba untuk memecahkan suatu
masalah yang serius saat Anda lelah atau marah.
Jika mungkin, berbicaralah secara langsung kepada orang dengan
siapa Anda bermasalah.
Tunjukkan perasaan Anda.
Tunjukkan kebutuhan Anda kepada orang lain dengan cara yang jelas
dan sederhana.
Spesifikasikanlah hal yang Anda inginkan dari orang
lain untuk dilakukan atau agar tidak dilakukannya.
Apakah tindakannya yang Anda inginkan untuk berubah ?
Misalnya : "Saya ingin engaku membersihkan tempat
tidurmu setiap hari."
Gunakan pernyataan "Saya". Misalnya : "Saya tidak
dapat memahamimu. Berhentilah berteriak."
Gunakan "Cara mendengar yang reflektif." Ulangilah
apa yang Anda dengar dari perkataan orang lain. Misalnya :
"Saya mendengar engaku berkata bahwa engkau lelah, dan
merasa terlalu banyak bekerja."
Ketahuilah kapan perlu beristirahat. Jika Anda merasa
kemarahan Anda meningkat, beristirahatlah sejenak.
(Tinggalkan ruangan, berjalanlah, dan berlatihlah
relaksasi. Buatlah kesepakatan dengan pasangan atau anak
Anda untuk menyendiri selama beberapa saat
Esekitar
satu jam). Kembalilah setelah Anda siap untuk berbicara,
bukan untuk berkelahi.
Jangan menyerang atau menyalahkan orang lain.
Pusatkan perhatian pada persetujuan bersama, carilah solusi.

Untuk menyelesaikan konflik dengan orang lain dengan cara yang tidak
agresif
, Anda harus dapat mengendalikan kemarahan. Bagi banyak orang,
ini tampaknya tugas yang sulit, bila tidak dapat dikatakan tidak
mungkin. Orang-orang ini tumbuh dalam keluarga di mana perasaan tida
kdengan terbuka diekspresikan dan ledakan kemarahan adalah biasa.

Orang-orang ini mungkin mengalami penyiksaan emosi, fisik, atau
seksual pada masa kanak-kanak dan memiliki kemarahan tak tersalurkan
yang terbawa sampai mereka dewasa.


Akibat fisik dan emosi dari rasa marah yang terus-menerus dapat
menghancurkan seseorang.
Kemarahan dapat menghancurkan hubungan
seseorang yang sangat penting dengan terciptanya suasan ketegangan,
ketakutan, dan ketidakpercayaan; ini dapat mengakibatkan seseorang
merasa sendiri dan terasing.
Kemarahan dapat juga menghancurkan
kesehatan fisik seseorang.
Kemarahan yang kronis berhubungan dengan
sakit kepala yang hebat, sakit perut, atau penyakit jantung. Jika
Anda mengalami kesulitan mengendalikan kemarahan Anda, berarti Anda
memerlukan bantuan. Berikut ini saya berikan daftar pilihan kepada
Anda; cobalah sebanyak mungkin.
========

Ikutilah kelompok atau pelatihan untuk mengendalikan
kemarahan.
Bergabunglah dengan sebuah kelompok pendukung untuk
mengatasi kemarahan.
Berkonsultasilah kepada seorang psikoterapis.
Carilah buku-buku untuk mengendalikan kemarahan, kecakapan
memecahkan masalah, atau mengurangi stress.

Berdamai dengan kemarahan Anda adalah soal mengamati diri sendiri dan
bertanggung jawab atas kemarahan Anda.
Ini berarti mengetahui bahwa
Anda memiliki keinginan dan kebutuhan serta belajar
mengekspresikannya kepada orang lain dengan cara yang dapat mereka
mengerti. Yang paling penting adalah dorongan untuk menanggalkan
topeng dan mengungkapkan perasaan Anda yang sebenarnya sehingga Anda
dapat lebih menikmati hidup.
(Nesia)

 

Dikutip dari:

50 cara efektif menanamkan tingkah laku positif pada
anak. Sehari satu, kali, kalau kuat ngetiknya.
Penulisnya : Dawn Lighter, MA. Penerbit : Gentle Disipline.