Make your own free website on Tripod.com

> Ringkasan dari Buku "How to Help Children with Common
> Problems"
>
>Bagian ke-25
>
>
> HARGA DIRI RENDAH
>
>Rendahnya harga diri, adalah salah satu masalah yang sering terjadi pada
> anak. Hal ini penting karena menyangkut bagaimana anak memandang dan
> membentuk konsep dirinya.
Bila anak merasa tidak berdaya dan kehilangan
> harga diri, ini akan mempengaruhi motivasi, sikap dan tingkah lakunya,
> sehingga segala hal akan dilihat dari sudut pandang yang pesimistik. Oleh
> karena itu orang tua harus segera menyadari bila melihat indikasi anak
> memiliki harga diri rendah.

>
> Agar anak memiliki konsep diri yang positif, maka ia harus memandang
dirinya
> positif pula.
>
> Self Image yang baik dapat diketahui dengan menanyakan tiga pertanyaan
>
Siapakah saya?
>
Bagaimana keadaan diri saya?
>
Bagaiman keadaan diri saya dibandingkan dengan orang lain?
>
> Harga diri biasanya diukur dari prestasi sekolah, pekerjaan dan hubungan
> sosial.
Dalam suatu masyarakat yang berorientasi pada prestasi, maka
> kompetensi dan produktivitas digunakan sebagai indikator untuk mengukur
> nilai seseorang.
Harga diri juga secara alamiah berfluktuasi disebabkan
oleh
> prestasi, penghargaan dan penerimaan kelompok.
Begitupun perasaan negatif
> dan positif tentang diri, bervariasi tergantung dari tujuan spesifiknya.

>
> Anak yang kehilangan kepercayaan diri, tidak optimis terhadap hasil
> usahanya.
Mereka merasa tidak mampu, rendah diri, pesimis, dan mudah putus
> asa.
Segala hal nampak salah, anak-anak ini mudah menyerah dan seringkali
> merasa diintimidasi.

>
> "Buruk" dan "tidak berdaya" adalah kata sifat yang digunakan untuk
> menggambarkan diri sendiri.
Rasa frustrasi dan kemarahan diungkapkan
dengan
> cara yang buruk dan seringkali beralih menjadi dendam untuk melawan orang
> lain atau diri sendiri. Sayangnya tingkah laku mereka juga dipengaruhi
oleh
> label negatif yang diberikan orang lain, selain oleh dirinya sendiri.

>
> Anak yang sering mengalami kegagalan memandang keberhasilan sebagai
> keberuntungan atau kesempatan, dan bukan karena hasil tindakan mereka
> sendiri.
Oleh karena itu asosiasi ini harus diubah agar anak
mempersepsikan
> adanya relasi antara tingkah laku dengan imbalan yang diperolehnya.

Seiring
> dengan bertambahnya usia dan prestasi, anak secara bertahap mengembangkan
> kepercayaan diri yang lebih baik dan merasa lebih mandiri dan bebas.
(Farda Hasun)